Senin, 07 Juli 2014

Budaya sebagai warisan Luhur yang harus dijaga

Budaya Indonesia
Indonesia merupakan Negara dengan beraneka ragam Budaya, Adat isiadat, Agama, dan Suku.
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan local. Seperti, Bendera merahputih, Wayang Kulit, Keris, Nusantara, Candi Borobudur, Tarian Papua, Batik, Songket, dan Lain-lain.
Kebudayaan Indonesia merupakan hal yang harus dan wajib kita jaga karna nilai warisan luhur Indonesia terletak pada kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita jauh sebelum Indonesia Merdeka. Banyak sekali budaya local/ Budaya Nasional yang mulai Hilang atau dikalim oleh Negara lain karna ketelodoran dan kecerobohan kita sebagai satu-satunya pewaris kebudayaan yang ditinggalkan oleh para leluhur kita di zaman dahulu. Banyak sebab-sebab yang menyebabkan Kebudayaan kita pindah tangan dan diakui oleh Negara Lain, antaralain :
-          Kurangnya kesadaran generasi muda tentang pentingnya nilai Kebudayaan Nasional.
-          Kurangnya pengawasaan dan pengakuan dasar yang memperkuat bukti kepemilikan Budaya
-          Banyaknya Budaya Asing yang masuk ke Indonesia
-          Kurangnya pelestarian
-          Dan banyak lagi yanglainnya..
Indonesia memiliki banyak Pulau, Provinsi, dan Daerah. Pada setiap Provinsi memiliki Budaya yang beraneka ragam, ambil contoh misalnya Jawa Barat dengan Senjata khas yaitu Kujang, Ras Sunda,
Banyak RAS yang dimiliki oleh Indonesia, tetapi karna kurangnya nilai kesadaran dan banyaknya budaya asing yang masuk, jadi rakyat Indonesia kurang sadar akan pentingnya pelestarian Budaya yang seharusnya dijaga dan dipertahankan.
Macam-macam warisan Indonesia pada tiap Provinsi dan daerah di Indonesia :

-          Tarian Khas
-          Rumah Adat
-          Pakaian Adat
-          Senjata Adat
-          Alat Musik Tradisional
-          Seni Rupa, Seni Suara
-          Makanan
-          Minuman
-          Dan sebagainya

Rumah Adat :


 · Aceh :

· Rumoh Aceh

· Rumah Krong Bade

· Sumatera Utara:

· Rumah Balai Batak Toba

· Rumah Bolon

· Omo Sebua (Nias)

· Sumatera Barat:

· Rumah Gadang

· Uma (Mentawai)

· Riau:

· Selaso Jatuh Kembar

· Lontiok

· Kepulauan Riau: Rumah Belah Bubung

· Jambi:

· Rumah Panggung

· Rumah Betiang

· Bangka Belitung: Rumah Rakit

· Bengkulu: Rumah Bubungan Lima

· Sumatera Selatan:

· Rumah Limas

· Rumah Ulu

· Lampung: Nuwo Sesat

· Jakarta: Rumah Kebaya (Rumah Bapang) dan Rumah Gudang

· Jawa Barat dan Banten: Rumah Kesepuhan

· Yogyakarta: Bangsal Kencono

· Jawa:

· Joglo (Jawa Tengah dan Jawa Timur)

· Tanean Lanjhang (Madura)

· Bali: Gapura Candi Bentar

· Nusa Tenggara Barat: Rumah Dalam Loka Samawa (Lombok)

· Nusa Tenggara Timur:

· Lopo

· Sao Ata Mosa Lakitana

· Rumah Musalaki

· Kalimantan Barat: Rumah Panjang

· Kalimantan Selatan : Rumah Banjar

· Kalimantan Tengah: Rumah Betang

· Kalimantan Timur: Rumah Lamin

· Kalimantan Utara: Rumah Baloy

· Sulawesi Selatan:

· Bola Soba (Bugis Bone)

· Balla Lompoa (Makassar Gowa)

· Sulawesi Barat: Tongkonan (Tana Toraja)

· Sulawesi Tenggara:

· Istana Buton

· Laikas

· Sulawesi Utara: Rumah Bolaang Mongondow

· Sulawesi Tengah: Souraja

· Gorontalo:

· Bandayo Po Boide

· Dulohupa

· Maluku: Balieu (dari bahasa Portugis)

· Maluku Utara: Sasadu

· Papua: Honai

· Papua Barat:

· Kambik (suku Moi)

· Rumsram (Biak)

· Jew (Asmat)

· Harit (Maybrat-Teminabuan)

· Kun (suku-suku sekitar DAS Mamberamo-Sarmi)



Upacara Adat :

Beberapa upacara adat tradisional yang dilaksanakan masyarakat antara lain:

Sumatera

· Peucicap di Aceh

· Peusijuek dapu di Aceh

· Peutron Aneuk di Aceh

· Tabuik di Sumatera Barat

· Balimau di Sumatera Barat

· Makan bajamba di Sumatera Barat

Jawa

· Seren taun di Jawa Barat

· Mitoni, tedak siti, ruwatan, kenduri, grebegan di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur

· Dugderan oleh masyarakat Semarang

· Kasodo oleh masyarakat Tengger

Kalimantan

· Ritual tiwah masyarakat Dayak Kalimantan Tengah

· Aruh baharin di Kalimantan Selatan

Sulawesi

· Mapasilaga tedong suku Toraja

· Rambu solo suku Toraja

Nusa Tenggara

· Ngaben di Bali

· Nelu bulanin di Bali

· Pasola sumba di Pulau Sumba

Maluku

· Pukul sapu di Maluku

· Abdau di Maluku

· Buka sasi lompa di Maluku

Papua

· Barapen atau Bakar batu di Papua

· Sanepen di Biak



Seni Suara :

· Jawa: Sinden

· Sumatera Utara: Talibun

· Gorontalo: Dikili


Banyak Sekali ragam Budaya di Indonesia yang harusnya kita jaga, dengan beraneka ragam Daerah yang memiliki ciri khas atas daerahnya masing-masing.



Politik di mata saya

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifatparlementer. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun ± 90% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah sebuah negara Islam.
Cabang eksekutif dipimpin oleh seorang presiden yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang dibantu oleh seorang wakil presiden yang kedudukannya sebagai pembantu presiden di atas para menteri yang juga pembantu presiden. Kekuasaan legislatif dibagi di antara dua kamar di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan sebuah Mahkamah Konstitusi/MK yang secara bersama-sama memegang kekuasaan kehakiman. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki perwakilan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki otonomi, 5 di antaranya memiliki status otonomi yang berbeda, terdiri dari 3 Daerah Otonomi Khusus yaitu AcehPapua, danPapua Barat; 1 Daerah Istimewa yaitu Yogyakarta; dan 1 Daerah Khusus Ibu kota yaitu Jakarta. Setiap provinsi dibagi-bagi lagi menjadi kota/kabupaten dan setiap kota/kabupaten dibagi-bagi lagi menjadi kecamatan/distrik kemudian dibagi lagi menjadi keluarahan/desa/nagari hingga terakhir adalah rukun tetangga.
Pemilihan Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg) dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.
Ada perbedaan yang besar antara sistem politik Indonesia dan negara demokratis lainnya di dunia. Di antaranya adalah adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang merupakan ciri khas dari kearifan lokal Indonesia, Mahkamah Konstitusi yang juga berwenang mengadili sengketa hasil pemilihan umum, bentuk negara kesatuan yang menerapkan prinsip-prinsip federalisme seperti adanya Dewan Perwakilan Daerah, dan sistem multipartai berbatas di mana setiap partai yang mengikuti pemilihan umum harus memenuhi ambang batas 2.5% untuk dapat menempatkan anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD Kabupaten/Kota.
"Politik ya? gak tau lah politik apaan, karna tokoh politik kita sendiri aja gak pernah ngajarin politik yang baik itu seperti apa" Mungkin kalimat semacam itu yang akan keluar dari mulut saya apabila saya dapat pertanyaan tentang politik. haha
Ngomongin politik di indonesia, itu sama seperti ngomongin aib sendiri. kenapa tidak? karna di indonesia sendiri banyak oknum politisi yang menyalah gunakan aturan-aturan poltik. mungkin contohnya seperti pemilu, ada apa dipemilu? ada oknum politik curang, ada oknum politik uang, dan banyak lagi.

Pemilu

Apa sih pemilu itu ndra? Kalo opini saya mengenai pemilu itu simpel "Pemilu itu, TPS, BILIK, COBLOS, Jari kelingking Ungu. Udah!" hehehe
Saya kurang begitu paham tentang pemilu, yang saya tau selain diatas barusan, Pemilu itu adalah dimana saat kita menentukan pilihan siapa yang nanti akan menjadi pemimpin kita. Pemilu banyak, ada pemilu Caleg, Partai, dan sekarang nih yang lagi booming di Indonesia adalah Pemilu presiden. Pemilu yang menurut saya sangat-sangat menentukan nasib negara 5 tahun kedepan. Tapi sekarang keren, karna calon kandidat yang akan menduduki tahta tertinggi di Indonesia itu cuma ada 2pasangan kandidat. Ayoloh mau gimana milihnya? hahaha... Yang saya sangat prihatin dengan negara ini adalah saat pemilu datang, itu banyak sekali kecurangan-kecurangan seperti : Money Politic (Politik Uang), Black campain, dan banyak lagi yang lainnya haha. Coba pikirin, gimana negara mau maju kalo uang terus yang dipikirin. 

Udah ah saya gak paham sama yang namanya Politik. pernyataan saya sih "Kalo Indonesia mau maju, pemimpinnya terlebih dahulu yang maju, abis itu ke bawahan, bawahan dan bawahan. Pasti negara maju. kalo kata orang Bogor mah "urang sejahtera eta teh Kumaha atasan urang nu mimpin negara ieu, nu mimpin tempat urang sare"" Sekian

Oke Assllamualaikum......


Teori Ekonomi Makro

Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Metode dan Cara Menghitung Pendapatan Nasional :
1. Pendekatan/Metode Produksi
Berdasarkan pendekatan/metode produksi, pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah (value added) dari setiap proses produksi di dalam masyarakat (warga negara asing dan penduduk) dari berbagai lapangan usaha (sektor) dalam suatu negara untuk kurun waktu 1 (satu) periode (biasanya satu tahun).
Ada 11 (sebelas) lapangan usaha yang mempengaruhi pendapatan nasional dilihat dari pendekatan produksi, yaitu:
  • pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan;
  • pertambangan dan penggalian;
  • industri pengolahan;
  • listrik, gas dan air minum;
  • bangunan;
  • perdagangan, hotel dan restoran;
  • pengangkutan dan komunikasi;
  • bank dan lembaga keuangan lainnya;
  • sewa rumah;
  • pemerintahan dan pertahanan; dan
  • jasa-jasa.
Maksud dari metode produksi ini, jumlah seluruh hasil produksi (output) suatu negara dalam satu tahun dikalikan harga satuan masing-masing. Sehingga bila dituliskan dalam rumus akan nampak sebagai berikut:
PDB/Y = {(Q1 . P1) + (Q2 . P2) + … + (Qn . Pn) }
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional (PDB)
Q1 = Jumlah barang ke – 1
P1 = Harga barang ke – 1
Q2 = Jumlah barang ke – 2
P2 = Harga barang ke – 2
Qn = Jumlah barang ke – n
Pn = Harga barang ke – n
Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan/metode produksi ini dinamakan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Untuk tingkat propinsi di Indonesia disebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
2. Pendekatan/Metode Pengeluaran
Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode, biasanya satu tahun.
Jadi, berdasarkan metode pengeluaran, pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen, Rumah Tangga Produsen, Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Hasil perhitungannya dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).
Pengeluaran-pengeluaran yang dimaksud adalah:

Rumah Tangga
Pengeluaran untuk
Lambang


Konsumen
Produsen
Pemerintah
Masyarakat Luar Negeri
Konsumsi (Consumption)
Investasi (Investment)
Pengeluaran Pemerintah (Government Expenditure)
Ekspor-Impor (Export-Import) (X – M)
C
I
G
(X-M)

Dari tabel di atas, bila digambarkan dalam sebuah rumus, maka akan nampak sebagai berikut:
PNB/Y = C + I + G + (X – M)
Bila PNB (GNP) dibagi dengan jumlah penduduk akan menghasilkan Pendapatan per Kapita.
3. Pendekatan/Metode Pendapatan
Menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun. Pendapatan Nasional berdasarkan pendekatan atau metode pendapatan merupakan hasil penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut:
Pemilik Faktor Produksi
Penerimaan
Lambang


Alam
Tenaga Kerja
Modal
Skill
Sewa (rent)
Upah/Gaji (wage)
Bunga (interest)
Laba (profit)
r
w
i
p
Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan atau metode pendapatan ini dinamakan Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI). Dengan demikian bila digambarkan dalam rumus, maka akan nampak sebagai berikut:
PN / Y = r + w + i + p
Manfaat Pendapatan Nasional
Adapun manfaat tersebut sebagai berikut:
  • Dapat mengetahui/menelaah struktur ekonomi suatu negara.
  • Dapat membandingkan perekonomian suatu negara, masyarakat bahkan keluarga dari suatu waktu ke waktu lainnya.
  • Dapat membandingkan perekonomian antardaerah.
  • Dapat menghitung atau memperkirakan pendapatan pribadi atau keluarga dalam satu periode tertentu.
Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Penyebab Inflasi
Setiap negara pasti mengalami inflasi, inflasi yang terjadi dapat disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda. Beberapa penyebab inflasi diantaranya bisa disebabkan oleh sektor ekspor-impor, tabungan atau investasi, pengeluaran dan penerimaan negara, sektor pemerintah dan swasta. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa uraian berikut:
  • Inflasi disebabkan oleh sektor ekspor-impor Jika ekspor suatu negara lebih besar daripada impor, akan mengakibatkan terjadinya tekanan inflasi, tekanan inflasi terjadi karena semakin besar jumlah uang yang beredar di dalam negeri akibat penerimaan devisa.
  • Inflasi disebabkan oleh sektor penerimaan dan pengeluaran negara Sektor penerimaan dan pengeluaran suatu negara yang defisit menjadi penyebab inflasi. Karena pengeluaran pemerintah lebih besar dari penerimaannya, maka untuk menutupi keadaan tersebut akan dilakukan dengan mengeluarkan uang baru, pengeluaran uang baru menimbulkan tekanan inflasi.
  • Inflasi disebabkan oleh sektor swasta Pengeluaran kredit dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi permintaan kredit swasta dapat juga menyebabkan terjadinya inflasi.
Cara mengatasi inflasi
Usaha untuk mengatasi terjadinya inflasi harus dimulai dari penyebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya. Secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar. Berikut ini kebijakan yang diharapkan dapat mengatasi inflasi:
  1. Kebijakan Moneter, segala kebijakan pemerintah di bidang moneter dengan tujuan
menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebijakan ini meliputi:
a)    Politik diskonto, dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan suku bunga bank, hal ini diharapkan permintaan kredit akan berkurang.
b)   Operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual SBI.
c)    Menaikan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan oleh bank umum menjadi Berkurang.
d)   Kredit selektif, politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit.
e)    Politik sanering, ini dilakukan bila sudah terjadi hiper inflasi, ini pernah dilakukan BI pada tanggal 13 Desember 1965 yang melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1
  1. Kebijakan Fiskal, dapat dilakukan dengan cara:
a)    Menaikkan tarif pajak, diharapkan masyarakat akan menyetor uang lebih banyak kepada pemerintah sebagai pembayaran pajak, sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
b)   Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
c)    Mengadakan pinjaman pemerintah, misalnya pemerintah memotong gaji pegawai negeri 10% untuk ditabung, ini terjadi pada masa orde lama.
  1. Kebijakan Non Moneter, dapat dilakukan melalui:
a)    Menaikan hasil produksi, Pemerintah memberikan subsidi kepada industri untuk lebih produktif dan menghasilkan output yang lebih banyak, sehingga harga akan menjadi turun.
b)   Kebijakan upah, pemerintah menghimbau kepada serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan upah disaat sedang inflasi.
c)    Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dengan menentukan harga maksimum bagi barang- barang tertentu.
Pengangguran

o  Pengertian pengannguran
Pengangguran terjadi karena jumlah tenaga kerja atau angkatan kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia. Berdasarkan tingkat pengangguran, dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment) atau tidak. Secara teoretis perekonomian dianggap mencapai tingkat kesempatan kerja penuh apabila tenaga kerja yang tersedia seluruhnya digunakan. Di negara kita upaya untuk menekan tingkat pengangguran dilakukan melalui pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk. Program keluarga berencana merupakan salah satu alternatif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan pembangunan ekonomi tidak mempunyai arti jika dibarengi dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi.

o  Jenis-jenis pengangguran
  1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
  1. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
  1. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
  1. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tambahan :
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.
Faktor- faktor yang menyebabkan pengangguran adalah:
  1. Adanya peralihan lahan dari pertanian menjadi kawasan industri dan real estate. Peralihan ini mendorong peralihan mata pencaharian juga. Bagi yang tidak mempunyai kompetensi akan kesulitan menghadapinya dan bukan tidak mungkin akan menjadi pengangguran;
  2. Kawasan industri dianggap sebagai satu-satunya tempat untuk merubah nasib dari yang miskin menjadi kaya sehingga banyak orang-orang yang datang ke kawasan industri untuk mencari pekerjaan agar dapat merubah nasibnya;
  3. Kurangnya lapangan kerja yang tersedia di kawasan Industri untuk mencari kerja.disebabkan lowongan pekerjaan yang diinginkan oleh pencari pekerjaan sedikit. Sebagai contoh, banyak orang yang yang memiliki skill dan pendidikan di bidang obat-obatan sedangkan lowongan pekerjaan yang sesuai kriteria mereka sedikit, sehingga banyak yang tidak dapat bekerja karma perusahaan yang membutuhkan skill dan pendidikan mereka sedidit;
  4. Kurangnya tingkat pendidikan dan skill bagi pendatang yang ke kawasan Industri dalam mencari pekerjaan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya para pencari kerja yang berasal dari desa, yang datang ke kawasan industri bermodalkan nekat. Sehingga mereka akan kesulitan untuk mencari pekerjaan karena tidak di butuhkan oleh perusahaan atau pabrik karma skill dan tingkat pendidikan yang tidak memenuhi;
  5. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perhatian dari pemerintah sangat penting untuk mengurangi pengangguran di kawasan industri, perhatian yang dapat diberikan seperti membuka tempat kursus atau BLK (Balai Latiahan Kerja) untuk menambah skill dan mempermudah pencarian pekerjaan;
  6. Kurangnya informasi, hal inilah yang paling besar pengaruhnya dalam dunia kerja sekarang ini, kurangnya informasi dapat menjadi faktor yang paling berpengaruh, hal ini diakibatkan keadaan lingkungan tempat tinggal yang tidak memungkinkan untuk terus meng update informasi tentang lowongan pekerjaan.
Ada berbagai cara mengatasi pengangguran, yaitu:
  1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral
Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.
  1. Pengelolaan Permintaan Masyarakat
Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.
  1. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.
Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.
  1. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalam situasi normal, pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Menurut Keynes, pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Di sejumlah Negara, pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Pengangguran tidak disengaja, sebaliknya, terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi.
  1. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.
  1. Wiraswasta
    Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.

sumber :


Teori Organisasi Umum 2 (Perilaku Produsen)

PRILAKU PRODUSEN
Pengertian Produksi dan produsen
Produksi merupakan usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Produsen adalah orang/perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan. Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis. Setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.
Fungsi produksi
Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai  tujuannya  harus menentukan dua macam keputusan: 
1)  berapa output yang harus diproduksikan, dan 
2)  berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.
Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar: 
1)  bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,  
2)  bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi.  Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.   Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1,  X2,  X3, ……….., Xn)  ;  dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan  dan  X1, X2, X3, ……, Xn  adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan.  Fungsi ini masih bersifat umum, hanya bisa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bisa  memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut.  Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut  harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya: 
Gambar
 Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut : The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).  Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam  input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input  yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jas. Dalam fungsi produksi, jas itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja.
 Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut: 
 .
  1. Perencanaan
                  Faktual dan realistis, logis dan rasional, fleksibel, komitmen,komprehensi.                                                      
  1. Pengorganisasian
Produsen harus dapat mengalokasikan seluruh sumberdaya yang ada dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuandan rencana perusahaan yang telah ditetapkan. Dalam peng-organisasian ini, rencana dan tujuan perusahaan diturunkan dalamsebuah pembagian kerja yang terdapat kejelasan tentang bagaimanarencana dan tujuan perusahaan akan dilaksanakan, dikoordinasikan ,dan dikomunikasikan.
  1. Pengarahan
Bagaimana keseluruhanrencana yang telah diorganisir tersebut dapat diimplementasikan. Agar rencana dapat terwujud, produsen wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya agar mendapatkan hasil yang baik.
  1. Pengendalian
Produsen dapat melakukan kontrol terhadap apa yang telah dilakukan.Hal ini terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan. Walaupunrencana yang sudah ada dapat diatur dan digerakkan dengan jitu, tetapi belummenjamin bahwa tujuan akan tercapai dengan sendirinya. Untuk itu perludilakukan pengendalian (kontrol) dan pengawasan dari produsen ataupengusaha (pimpinan) yang bersangkutan. 
  1. Perilaku produsen yang merugikan masyarakat dan yang mengutamakan kepentingan masyarakat
Sebagai negara yang mengkonsumsi beras tertinggi di dunia, kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras sangatlah tinggi. Hal itu yang sering dimanfaatkan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan lebih dengan cara curang, seperti kasus memutihkan beras dengan larutan Peroksida. Produsen curang tersebut membeli beras dengan kualitas buruk lalu memutihkannya dan menyemprotkan aroma pandan sehingga terlihat seperti beras kualitas super. Lalu mereka juga memalsukan merk. Dan pada akhirnya masyarakatlah (konsumen) yang harus pintar pintar memilih beras ataupun barang yang akan di konsumsi.
TEORI PERILAKU PRODUSEN
  • Menjadi kreator dan desainer dalam penciptaan barang/ jasa
  • Memilih, mengkombinasikan faktor-faktor produksi dan teknologi, sertamendayagunakan secara efisien
  • Memilih tempat dan menata letak mesin untuk proses produksi
  • Melaksanakan proses produksi untuk meningkatkan daya guna barang/ jasa dan
    memperbanyak persediaan barang/jasa untuk kepentinga masyarakat
  • Mendistribusikan dan menjual barang/ jasa kepada konsumen.
BIAYA PRODUKSI

Biaya produksi adalah semua pengeluaran ekonomis yang harus di keluarkan untuk memproduksi suatu barang. Biaya produksi juga merupakan pengeluaran yang di lakukan perusahaan untuk mendapatkan faktor – faktor produksi dan bahan baku yang akan di gunakan untuk menghasilkan suatu produk.

MACAM-MACAM BIAYA :
  1. Biaya investasi (First or Investment Cos)
  2. Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance Cost)
  3. Biaya tetap (Fixed cost)
  4. Biaya variabel (Variabel Cost)
  5. Biaya marjinal (Incremental or Marginal Cos)
  6. Biaya langsung (Direct  Cost)
  7. Biaya tidak langsung (Indirect Cost)
  8. Biaya satuan (Unit Cost)
  9. Biaya berulang (Recurring cost)
  10. Biaya tidak berulang (Nonrecurring cost)
  11. Biaya Hangus
  12. Biaya terbenam(Sunk or Past cost)

CARA MENENTUKAN KEUNTUNGAN :
Untung adalah kondisi dimana harga penjualan lebih besar dari pada harga pembelian.
Dapat diartikan seperti:
             Untung = Harga Penjualan > Harga Pembelian
Untuk menemukan Jumlah Keuntungan, rumusnya:
             Harga Penjualan – Harga Pembelian

referensi :
daftar pustaka :
mikro-5-prilaku-produsen-nuhfil.pdf